Bad Guy episode 6
Setelah Ryu Sensei pergi meninggalkan Tae Sung dan Jae In, keduanya bingung cari transportasi menuju peradaban. Jae in tanya apa Tae Sung tahu no. telp informasi Jepang (knp juga ngga cari tahu sdr..namanya juga di negara org, first thing first!) Tae Sung menyindir, kenapa tidak tanya temannya, si Gun Wook yang di kereta itu?Jae in dengan sedikit bangga berkata kalau Ny. Shin dari Haeshin grup memintanya membelinya untuk pameran pertama di gallery barunya. Tae Sung mendengus, Ny. Shin itu tidak sebaik itu. Jae in kesal kalau tidak kenal tidak perlu tidak sopan dengan-nya dan ia pergi.
Detektif Lee ingin bertemu dengan mantan guru Hong Tae Sung. Detektif Gwak menunggunya, tidak lama Lee datang.
Gun Wook dalam hati : us? apa maksudnya kami?
Gun Wook juga menerima telp mengenai pembangunan pabrik Haeshin. Wow..this guy is look more competent than the real heir ..
Ryu sensei minum soju-nya dan tanya apa Gun Wook tidak cemas pacarnya dengan laki2 lain di tempat terpencil. Gun Wook berkata tidak apa-apa. Ryu Sensei berkata kau sangat percaya diri. Gun Wook lalu tanya Ryu sensei menjual-nya pada siapa? Topeng kaca itu. Ryu Sensei berkata apa Gun Wook juga mau, ia tidak pernah bilang akan menjualnya tapi justru banyak yang datang ingin membelinya.
Gun Wook berkata ia tidak akan membelinya, ia tidak punya uang. Ryu sensei menguji Gun Wook, apa topeng kaca itu ada? Topeng itu selalu menutupi wajah, tapi ini justru tembus pandang..
Gun Wook meminjam kata2 Jae in untuk menjawabnya, seseorang melukis pemandangan untuk menghargainya. Jika orang itu hanya tahu tentang kaca maka orang itu akan membuat apa saja yang penting materialnya kaca. Jika ternyata jadi topeng...maka wajah siapa ? (yg jadi modelnya?) Ryu Sensei tersenyum.
Tae Sung mengeluh, ia tidak suka tempat kotor ini. Jae In akhirnya bisa menghentikan truk kecil dan teriak : Maaf, apa Anda bisa memberikan tumpangan?
Tiba-tiba Tae Sung ingat, ketika pertama kali bertemu Sun Young, gadis itu juga mengatakan hal yang sama padanya. Sun Young ternyata bertemu Tae Sung pertama kali juga di Jepang dan mencari tumpangan.
Tiba-tiba putri Mo Ne datang dengan marah-marah. Mo Ne marah dan menuduh Tae Ra sengaja mengirimnya study ke LN. Tae Ra minta Mo Ne tenang, tapi Mo Ne tetap marah, dia sudah mendengar kalau ibunya bahkan sudah membahas itu pada dekannya. (well honey, you should be grateful, not many people have opportunity to study abroad, oh such a spoiled rich girl.).
Mo Ne : Apa kakak tahu apa yang kurasakan? Apa kakak tahu apa itu cinta? Kakak menikah dengan pria pilihan orang tua, apa aku juga harus menikah dengan orang seperti itu? Kakak menikah tanpa cinta, apa aku juga harus melakukannya? That's enough ..Tae Ra tersinggung.
Tae Ra mengajak suaminya makan malam dan suaminya mengajak Tae Ra memenuhi undangan makan malam koleganya. Tae ra menyanggupinya, tanpa memandang suaminya.
Gun Wook hanya tanya apa kau sudah senang2? Jae in bingung dan Gun Wook diam saja. Hei! tapi Gun Wook pergi.
Gun Wook mengamati Tae Sung dan air mukanya berubah. Tae Sung keluar dari kolam dan mengambil handuk dari tangan Gun Wook. Gun Wook melihat ke arah tembok kolam dan ia tiba2 ingat, dia pernah ketemu Jae in tanpa sengaja di mall, saat itu Jae in sedang melihat tas bermerk. (Hmm..memang matre, tapi realistis drpd toko utama yang baik hati dan tidak punya apa2 tp buntut2nya jadian ama rich guy juga, haha Koreanovela)
Gun Wook tanya apa Tae Sung akan ke workshop Ryu Sensei? Tae Sung berkata tidak, ia justru meminta Gun Wook mencari dompetnya yang hilang kemarin. Tae sung juga minta uang pada Gun Wook. Tae Sung bahkan mengambil hampir semua uang Gun Wook hanya meninggalkan selembar uang 1000 Yen untuknya. (astaga berarti cuma sekitar 100 ribuan Rp skr haha..)
Ny. Shin kesal dan teriak, kenapa baru sekarang lapor. Tae Ra bermaksud menemui adiknya. Ibunya minta Tae Ra duduk sebentar. Ny. Shin berkata kalau suami Tae Ra bertemu ayahnya kemarin. Tae Ra heran. Ibunya melanjutkan sepertinya terjadi sesuatu dengan bisnis mertuamu, suamimu pinjam uang. Apa bisnis mertuamu tidak lancar?
Tae Ra tanya berapa yang dipinjam? Tapi ibunya tidak tahu, ayahmu tidak mengatakan-nya. Ibunya menegur Tae Ra, kau tidak tahu? seharusnya kau tahu bukankah kalian bukan orang lain? kalian menikah kan. (I bet, this will make Tae Ra feel more miserable and I smell Gun Wook's plan on it haha) Tae Ra tidak menjawab dan pergi.
Mo Ne ingin pergi tapi manager hotel mencegahnya. Tae Ra datang dan mengajak adiknya pulang. Mo Ne menolak dia akan ke Jepang untuk menyusul Gun Wook. Mo Ne bahkan sudah membeli tiket.
(Tae Ra ingin menunjukkan dan menyadarkan Mo Ne, kau bukan apa-apa tanpa credit card dan uang keluarga Hong, jadi jangan membuat masalah dan macam2. Mo Ne harus diajar mandiri sih..)
Ryu Sensei mengeluarkan kunci dan membuka kotak kayu di makam, oh my..ternyata topeng kaca itu disimpan di situ. Romantis atau ngeri ya...
Gun Wook heran, orang ini adalah..maksudnya yang dimakamkan di situ. Ryu sensei mengenakan topeng kaca itu, kalau aku mengenakannya, apa aku bisa melihat dunia yang dilihat orang ini? Gun Wook tidak bisa menjawabnya. (jelas itu adalah makam wanita yang dicintai Ryu)
Tae Sung tampak gugup, tapi ia masuk juga ke kedai itu. Ibu pemilik kedai menyambut keduanya dengan ramah. Jae in melihat keluar jendela, pandangan Tae Sung terpaku pada sesuatu di dinding kedai.
Mirip ketika Gun wook kecil diambil paksa, Tae Sung kecil juga teriak, Ibu harus kembali! Ibu!! aku menunggumu Ibu! oh such a heartbreaking scene...
Jae in keluar menyusulnya. Tae Sung muntah dan Jae in menepuk2 pungungnya. Wanita pemilik kedai keluar dan Tae Sung pura2 memeluk Jae in. Wanita itu melihat keduanya dan mengira mereka pacaran. Lalu masuk.
Gun Wook diminta menjemput Tae Sung di suatu tempat parkir. Berandalan suruhan Gun Wook itu berusaha menelepon Gun Wook tapi tidak diangkat. Berandalan itu mengikuti mobil Gun Wook.
Mo Ne tetap ingin menyelinap keluar dan hampir ketahuan kepala pelayan. Tapi Kepala pelayan itu menurut dengan Mo Ne dan membiarkan nona-nya pergi.
Diluar, kedua detektif menghadang Mo Ne dan tanya tentang Tae sung. Mo Ne tidak tahu no ponsel Tae Sung tapi dia pikir ia bisa cari tahu dan telp Gun Wook!
Gun Wook menjawab, halo. Detektif Gwak : Halo, Tuan Hong Tae Sung, saya Detektif Gwak In Hwan..apa ini Tuan Hong Tae Sung?
Gun Wook tidak menjawab lalu berkata tunggu sebentar, dia langsung menyerahkan telp-nya ke Tae sung. Tae Sung kesal karena Detektif Gwak ingin melakukan penyelidikan ulang, itu salahmu! apa yang ingin kau selidiki? Tae Sung lalu menutup telp.
Di Seoul, Gwak juga mengeluh mengapa telpnya terputus. Mo Ne juga marah, kenapa bisa terputus. Aku bilang serahkan padaku! Gwak hanya minta maaf.
Detektif Lee (yang sebenarnya pantas kalau jadi pasangan Mo Ne haha) minta no ponsel Tae Sung pada Mo Ne. Mo Ne yang masih kesal menolaknya. Akhirnya Lee hanya bisa menyerahkan kartu namanya, jika Nona bisa menghubungi Tuan Tae Sung, tolong hubungi kami. Mo Ne cuek dan tetap berusaha menelpon Gun Wook.
Kedua detektif pergi dan Ibu Mo Ne pulang. Rencana Mo Ne pergi dari rumah gagal total.
Tae Sung waspada, kau siapa? Mereka berhenti dan Gun Wook keluar dari mobil. Berandalan itu sadar dia bicara dengan Tae sung. Ah kau yang jatuh di laut itu ya? Tae Sung bukan orang bodoh, dia sadar itu orang yang sama yang jual obat palsu padanya. Tae Sung heran bagaimana kau tahu no ini?
Tae Sung memandang Gun Wook yang di luar, kalian saling kenal? Berandalan itu membenarkan, alasan semuanya adalah uang! Tae Sung mengerti dan ia keluar mendatangi Gun Wook.
Tae Sung : Katakan saja.
Gun Wook : Stuntman.
Keduanya berkelahi dan sama-sama terluka. Berandalan itu mendekati Tae sung, Tae sung tanya mengapa kau melakukan ini? Bukankah dia (Gun wook) yang menyuruhmu. Berandalan itu masih berkata kalau kau ingin tahu kau harus bayar. Maniak uang semuanya. Tae Sung kesal dan ingin memukul berandalan itu tapi justru terjatuh.
Tiba2 Mo Ne merebut ponsel ibunya dan berkata Kak Jae In! Jae in terkejut, Mo Ne ya? Mo Ne menanyakan Gun Wook. Jae in pura2 belum tahu. Justru Mo Ne membocorkan, Kak Gun Wook pergi ke Jepang untuk menemui kak Tae Sung.
Giliran Jae in yang terperanjat. Tunggu, dengan siapa Gun Wook bertemu? Mo Ne berkata, dengan kak Tae Sung, kakak laki-laki kedua.
And I love her response haha so honest not like other drama. Jae In : Berhenti memojokkan-ku. Benar, aku iri dengan keluarga seperti itu. Mereka menghabiskan banyak uang untuk barang seni yang mereka suka. Bahkan membuka Galery sendiri, menjalani kehidupan mewah. Aku iri dengan orang-orang seperti itu. Aku tahu ada putra diluar nikah dalam keluarga itu yang belum menikah. Aku ingin tahu seperti apa dia. Aku ingin tahu. Itu hanya rasa penasaran saja. (Jangan mengingini milik sesama, Jae in)
Gun Wook tetap tidak menjawab. Jae in menenangkan diri dengan melihat ke jendela (ya, enjoy the window Jae in, no window in your tiny room, right?) Jae in menikmati kembang api dan berkata sejak berada di Jepang jadi sering melihat kembang api. Gun Wook menahan sakit.
Jae in lebih tenang dan berkata setengah memohon, kau tidak akan mengatakan itu padanya, kan? Gun Wook tetap diam. Jae in pergi.
Setelah sendirian, Gun Wook membuka bajunya kembali dan membalut lukanya sambil menahan sakit.
Tae Sung berpikir sejenak lalu menelepon Mo ne dan minta no.telp detektif kemarin. (hmm sepertinya syuting Jepang selesai, semua pulang kampung)
Gun Wook ingat ketika Jae in tanya apa dia akan pulang ke Korea, tiba2 pemantiknya jatuh, Gun Wook mengambilnya dan ingat detektif yang menelepon Tae Sung yang menyelidiki kasus kematian Sun Young.
Notes :
Ada yang membuatku senang dan sedih.
Senang karena pemikiranku kalau mamanya Tae Sung masih ada ternyata benar, walaupun tidak jelas juga itu mama kandung atau mama angkat juga. Tapi yg jelas ada.
Sedih karena baik Gun Wook dan Tae Sung awalnya punya kehidupan yang baik dan penuh cinta, dua2nya diambil paksa keluarga Hong dengan alasan sebagai pewaris, ternyata bukannya disayang justru keduanya di-sia2kan. Yang satu jelas2 diusir dan dibuang, lainnya dilimpahi materi tanpa kasih sayang dan tidak dianggap.
Gun Wook dan Tae Sung mirip, keduanya sama2 mencintai Sun young dan Jae In sama2 mengingatkan kedua-nya pada Sun Young.
Bedanya, Tae Sung ingat karena kebaikan-nya, Gun Wook ingat karena dua wanita itu hanya melihat Hong Tae Sung saja, sama seperti model topeng kaca Ryu Sensei, wanita yang hanya melihat pria lain...tanpa menyadari Gun wook selalu melihat ke arah wanita itu berharap bisa melihat dunia yang dilihat wanita itu ...
Bad Guy 5
Bad Guy 4
Bad Guy 3
Bad Guy 2
Bad Guy 1
0 comments:
Post a Comment